Subang, 7 Juli 2026 – Tokoh masyarakat Kabupaten Subang, H.B. Ubaedillah, S.H. (yang akrab disapa H. Ubay), turut menyampaikan sorotan dan kepeduliannya terkait penyelenggaraan pemerintahan di Desa Ciruluk, Kecamatan Kalijati, seiring memasuki musim Pilkades Serentak di Kabupaten Subang. Dalam pernyataannya, H. Ubay menegaskan bahwa pelayanan kepada warga tidak boleh sekadar menjadi rutinitas formalitas belaka. “Jangan jadikan pelayanan masyarakat sekadar formalitas belaka.

Kami warga desa adalah subjek pembangunan, bukan penonton yang dibiarkan dalam ketidaktahuan. Menjadi pejabat publik harus siap menerima kritik. Kritik ini bukan bentuk kebencian, tapi wujud cinta kami agar desa ini tidak semakin tertinggal. Terlebih lagi, sangat disayangkan adanya ucapan-ucapan yang tidak pantas dan kasar yang dilontarkan kepada warga desa yang kebetulan juga menjabat sebagai Ketua DPD LSM Laskar NKRI Kabupaten Subang. Hal ini sangat tidak patut dilakukan oleh penyelenggara negara. Apalagi sekarang sudah memasuki musim Pilkades Serentak di Kabupaten Subang, seharusnya momentum ini menjadi cermin bagi seluruh calon maupun petahana untuk semakin memperbaiki diri, menjaga etika, dan mengutamakan kepentingan rakyat. Perlu diingat, hal ini tidak hanya menyangkut Desa Ciruluk saja. Mari kita sebagai masyarakat yang menginginkan kemajuan, mampu bersinergi dan berjalan beriringan dengan penyelenggara pemerintahan desa demi kebaikan bersama.” Sorotan ini disampaikan agar penyelenggaraan pemerintahan desa berjalan transparan, santun, responsif, dan benar-benar berpusat pada kepentingan rakyat. Tokoh Masyarakat Subang Soroti Pelayanan Desa Ciruluk: Warga Adalah Subjek, Bukan Penonton Subang, 7 Juli 2026 – Tokoh masyarakat Kabupaten Subang, H.B. Ubaedillah, S.H. (yang akrab disapa H. Ubay), turut menyampaikan sorotan dan kepeduliannya terkait penyelenggaraan pemerintahan di Desa Ciruluk, Kecamatan Kalijati, seiring memasuki musim Pilkades Serentak di Kabupaten Subang. Dalam pernyataannya, H. Ubay menegaskan bahwa pelayanan kepada warga tidak boleh sekadar menjadi rutinitas formalitas belaka. “Jangan jadikan pelayanan masyarakat sekadar formalitas belaka. Kami warga desa adalah subjek pembangunan, bukan penonton yang dibiarkan dalam ketidaktahuan.

Menjadi pejabat publik harus siap menerima kritik. Kritik ini bukan bentuk kebencian, tapi wujud cinta kami agar desa ini tidak semakin tertinggal. Terlebih lagi, sangat disayangkan adanya ucapan-ucapan yang tidak pantas dan kasar yang dilontarkan kepada warga desa yang kebetulan juga menjabat sebagai Ketua DPD LSM Laskar NKRI Kabupaten Subang. Hal ini sangat tidak patut dilakukan oleh penyelenggara negara. Apalagi sekarang sudah memasuki musim Pilkades Serentak di Kabupaten Subang, seharusnya momentum ini menjadi cermin bagi seluruh calon maupun petahana untuk semakin memperbaiki diri, menjaga etika, dan mengutamakan kepentingan rakyat. Perlu diingat, hal ini tidak hanya menyangkut Desa Ciruluk saja. Mari kita sebagai masyarakat yang menginginkan kemajuan, mampu bersinergi dan berjalan beriringan dengan penyelenggara pemerintahan desa demi kebaikan bersama.” Sorotan ini disampaikan agar penyelenggaraan pemerintahan desa berjalan transparan, santun, responsif, dan benar-benar berpusat pada kepentingan rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *