LEBAK, pancegnews.com [25 Mei 2026]– Kondisi infrastruktur jalan penghubung antar kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten, kembali menjadi sorotan warga. Jalan lintas kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Cigemblong menuju Kecamatan Cihara kini berada dalam kondisi sangat memprihatinkan, penuh lubang, dan rusak parah di sejumlah titik, menyulitkan aktivitas warga dan pengguna jalan.

Ruas jalan strategis ini melintasi tiga desa utama, yaitu Desa Cikaraton, Desa Cikaret, dan Desa Citepusen. Kerusakan paling parah dan mengkhawatirkan terjadi tepatnya di wilayah Kampung Cilaban, RT 008/RW 003, Desa Cikaret. Di titik tersebut, aspal jalan telah hancur total, berlubang dalam, dan berlobang-lobang sepanjang puluhan meter, seolah tidak ada perbaikan berarti dalam waktu yang cukup lama.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan jalan di titik tersebut sudah sampai pada tahap mengancam keselamatan. Sebagian besar lapisan aspal telah terkelupas, meninggalkan bebatuan tajam dan tanah lunak. Saat musim hujan, lubang-lubang tersebut tergenang air sehingga kedalamannya tidak terlihat, sementara saat musim kemarau debu beterbangan mengganggu pernapasan pengendara. Kondisi ini membuat pengguna jalan harus mengerem mendadak atau berbelok tajam menghindari lubang, yang berpotensi tinggi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Keluhan Warga: Aktivitas Terhambat, Biaya Perawatan Kendaraan Membengkak

Para warga dan pengguna jalan mengaku sudah sangat menderita dengan kondisi jalan ini. Jalan ini merupakan satu-satunya akses utama yang menghubungkan dua kecamatan penting, digunakan untuk keperluan ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.

“Jalan ini adalah nyawa kami. Setiap hari warga Cigemblong yang mau ke Cihara atau sebaliknya harus lewat sini. Anak-anak sekolah, pedagang sayur, petani membawa hasil bumi, semuanya terpaksa berjuang melewati jalan rusak ini,” ungkap salah satu warga Kampung Cilaban.

Warga juga mengeluhkan biaya perawatan kendaraan yang semakin mahal. Hampir setiap bulan, warga harus mengeluarkan uang tambahan untuk memperbaiki kendaraannya akibat guncangan keras di jalan berlubang. Mulai dari ban yang sering bocor, velg penyok, hingga kerusakan pada mesin dan kaki-kaki kendaraan menjadi hal yang biasa dialami.

“Kalau ada pasien sakit yang harus dibawa ke puskesmas atau rumah sakit, kami sangat khawatir. Guncangannya keras sekali, takut kondisi pasien malah makin parah karena diayun-ayun jalan rusak,” tambahnya.

Belum lagi, jalan ini juga dilalui kendaraan pengangkut hasil bumi dan logistik. Akibat kondisi jalan yang buruk, waktu tempuh yang seharusnya hanya memakan waktu sekitar 15–20 menit, kini bisa berlipat ganda menjadi lebih dari satu jam karena harus melaju sangat pelan dan hati-hati.

Desakan Perbaikan Pihak Berwenang

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda perbaikan serius yang dilakukan di ruas jalan tersebut. Warga berharap Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Bina Marga terkait segera turun tangan meninjau dan mengalokasikan anggaran untuk perbaikan total.

Warga menekankan bahwa jalan lintas kabupaten ini memiliki nilai strategis tinggi, bukan hanya bagi Desa Cikaret, tetapi juga Desa Cikaraton dan Desa Citepusen serta kedua kecamatan yang dihubungkannya. Jika dibiarkan terus rusak, dikhawatirkan kerusakan akan semakin parah dan biaya perbaikannya nanti akan jauh lebih besar, sementara perekonomian masyarakat di wilayah tersebut semakin terhambat.

Warga Kampung Cilaban, Desa Cikaret, dan masyarakat sekitar berharap perhatian pemerintah hadir demi keselamatan dan kelancaran akses transportasi warga.(red.N.S).

(Laporan: Koresponden Lebak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *