Pandeglang II Pancegnews II – Gerakan Masyarakat Peduli Patia (GMPP) bersama unsur masyarakat, pemuda, tokoh masyarakat, dan elemen warga Kecamatan Patia menggelar aksi demonstrasi di depan kantor PT. Hutama Karya, Senin (18/5/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat terkait dampak aktivitas operasional proyek perusahaan yang dinilai menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan serta kerugian sosial bagi warga sekita
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan keresahan masyarakat yang selama ini merasakan langsung dampak aktivitas kendaraan proyek. Jalan lingkungan maupun jalan umum yang menjadi akses utama warga dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.
Warga menilai kerusakan jalan tidak hanya berdampak pada infrastruktur fisik, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan. Selain itu, aktivitas kendaraan proyek disebut menimbulkan debu pada musim kemarau yang mengganggu kesehatan masyarakat, serta menyebabkan jalan berlumpur saat musim penghujan sehingga menyulitkan mobilitas warga.
Koordinator aksi menyampaikan bahwa hingga saat ini masyarakat belum melihat adanya langkah konkret dan berkelanjutan dari pihak PT. Hutama Karya dalam melakukan rehabilitasi jalan yang terdampak aktivitas kendaraan proyek. Selain itu, masyarakat juga mempertanyakan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap warga terdampak, baik dalam bentuk kompensasi maupun program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dirasakan langsung oleh masyarakat Patia.
Aksi demonstrasi tersebut disebut sebagai bentuk pelaksanaan hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.
Dalam tuntutannya, GMPP menyampaikan empat poin utama kepada PT. Hutama Karya, yakni mendesak perusahaan segera melakukan rehabilitasi total terhadap jalan yang rusak akibat aktivitas kendaraan proyek, memberikan kompensasi yang layak kepada masyarakat terdampak, merealisasikan program CSR yang nyata dan transparan untuk masyarakat Desa Patia, serta membuka dialog secara terbuka antara perusahaan dan masyarakat guna mencari solusi yang adil.
Gerakan Masyarakat Peduli Patia menegaskan bahwa aksi demonstrasi tersebut dilaksanakan secara damai, tertib, dan tetap menjunjung tinggi aturan hukum yang berlaku. Menurut mereka, aksi ini bukan untuk menciptakan konflik, melainkan sebagai upaya memperjuangkan hak masyarakat agar memperoleh keadilan serta perhatian yang layak atas dampak yang terjadi di wilayah Patia.
( Red_Di )
