Subang II Pancegnews II 12/03/2026 II , – Isu dugaan penyalahgunaan anggaran di lingkungan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Subang mulai menjadi sorotan publik. Sejumlah pihak menilai polemik tersebut telah memicu krisis kepercayaan terhadap kepemimpinan organisasi yang selama ini menaungi lembaga pendidikan diniyah takmiliyah di wilayah tersebut.
Beberapa pengurus dan tokoh pendidikan diniyah di Kabupaten Subang menyebutkan bahwa terdapat indikasi ketidakterbukaan dalam pengelolaan dana organisasi, termasuk dana bantuan yang berkaitan dengan program pendidikan keagamaan. Mereka mendesak agar dilakukan audit secara transparan agar persoalan tersebut tidak semakin memperkeruh situasi internal.
Salah satu sumber internal yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa persoalan ini bukan hanya menyangkut dugaan pengelolaan dana yang tidak jelas, tetapi juga menyentuh persoalan kepemimpinan organisasi.
> “Yang menjadi masalah bukan hanya soal dana, tetapi juga soal transparansi dan komunikasi kepemimpinan yang dinilai kurang terbuka kepada para pengurus dan anggota,” ujarnya.
Situasi tersebut memunculkan ketegangan di antara sebagian pengurus dan anggota FKDT. Beberapa pihak bahkan mulai mempertanyakan legitimasi kepemimpinan saat ini serta meminta adanya evaluasi organisasi secara menyeluruh.
Di sisi lain, sejumlah tokoh pendidikan di Subang menilai bahwa polemik ini berpotensi berdampak terhadap kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan diniyah, yang selama ini berperan penting dalam pembinaan pendidikan keagamaan di tingkat masyarakat.
Mereka berharap agar masalah ini dapat segera diselesaikan melalui mekanisme organisasi yang transparan dan akuntabel. Selain itu, jika terdapat dugaan pelanggaran hukum dalam pengelolaan anggaran, mereka mendorong agar pihak berwenang melakukan penyelidikan secara objektif.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengurus FKDT Kabupaten Subang belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Namun beberapa pihak menyatakan bahwa organisasi akan segera melakukan klarifikasi dan pembenahan internal guna menjaga kepercayaan masyarakat.
Para pengamat organisasi kemasyarakatan menilai bahwa transparansi, akuntabilitas, serta komunikasi yang baik dalam kepemimpinan menjadi kunci utama untuk mengembalikan stabilitas organisasi dan menjaga keberlangsungan program pendidikan diniyah di Kabupaten Subang.(Red)
