Lebak,II Pancegnews II Banten – Ketua Harian BBP Badak Banten Perjuangan menyesalkan kinerja petugas program Makanan Bergizi Gratis (MBG) makanan bergizi untuk kegiatan Posyandu di Desa Parungsari, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten. Pasalnya, distribusi makanan dinilai tidak berjalan sesuai titik penyaluran untuk memudahkan pengambilan parapenerima mampaat tersebut.

Menurut keterangan yang diterima, pihak desa dan kader Posyandu sebelumnya telah menentukan titik penyaluran makanan bergizi, yakni hanya di titik tertentu saja ada yang empat RT di bikin satu titik ada yang 2 RT di bikin satu titik, sesuai tempat posyandu seperti biasanya .ungkap Salasatu petugas posyandu di desa Parung sari saat dikonfirmasi ( 22/05/2026 ).

Kondisi tersebut menuai keluhan dari masyarakat, khususnya para ibu yang memiliki balita. Warga Kampung Cihandiwung mengaku kesulitan karena harus mengambil makanan bergizi ke Kampung Cikadu dengan jarak yang cukup jauh sambil membawa anak-anak mereka.

“Seharusnya makanan diantar ke setiap titik kader Posyandu agar mempermudah para penerima mampaat tersebut dalam pengambilan makanan tersebut, bukan untuk mempersulit para ibu balita tersebut. jika hanya ditaruh di satu titik titik tertentu saja di Kampung Cikadu. Ini jelas menyulitkan masyarakat, karena jarak yang sangat jauh padahal di kp. cihandiwung pun ada kadernya. kenapa hanya di kp. ci Kadu saja” ujar salah salasatu perwakilan warga.

Warga juga mengungkapkan bahwa akibat jauhnya jarak tempuh, tidak sedikit makanan bergizi yang akhirnya jarang diambil oleh penerima manfaat di Kampung Cihandiwung. Hal tersebut dikhawatirkan dapat menghambat tujuan program pemerintah dalam meningkatkan gizi balita dan ibu hamil.

Ketua Harian BBP Badak Banten Perjuangan meminta pihak petugas lapangan, pengawas program, khususnya kepada pihak penanggung jawab,di satu kecamatan Wanasalam, agar segera  diskusi dengan petugas posyandu ,desa Parungsari agar segera melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap sistem distribusi makanan bergizi tersebut.bahwa program yang diperuntukkan bagi masyarakat agar lebih di permudah dalam jarak tempuh pengambilanya.

“Jangan sampai program yang tujuannya baik justru menjadi beban bagi masyarakat karena kelalaian petugas di lapangan. Distribusi harus sesuai titik di setiap kader posyandu, agar bantuan benar-benar sampai kepada penerima yang berhak,” dan mudah di ambil tegasnya.

Masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait agar ke depan proses penyaluran makanan bergizi untuk posyandu, di Desa Parungsari dapat berjalan lebih tertib, merata, dan memudahkan warga penerima manfaat, khususnya ibu dan anak balita
Red_di

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *