PANCEGNEWS.COM

SUBANG — Keluarga seorang siswi berusia 14 tahun di Kabupaten Subang dibuat panik setelah anak mereka diduga dibawa oleh sejumlah orang dengan iming-iming pekerjaan. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu sore, 30 September 2026.

Oplus_0

Korban, yang masih duduk di bangku kelas IX salah satu SMP negeri di wilayah Kecamatan Purwadadi, disebut berangkat bersama sejumlah orang menggunakan mobil Toyota Agya berwarna putih. Menurut keterangan keluarga, keberangkatan korban dilakukan tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya.

Informasi yang diterima menyebutkan, korban sebelumnya ditawari pekerjaan yang diklaim tidak akan mengganggu aktivitas sekolah. Di antaranya pekerjaan menjaga usaha minuman dan membantu mengasuh anak.

Kecurigaan keluarga mulai muncul setelah korban tidak dapat dihubungi. Keluarga kemudian berusaha mencari informasi mengenai keberadaan korban. Dalam perjalanan, korban disebut sempat mengirimkan lokasi melalui Google Maps sehingga keluarga mengetahui arah perjalanannya menuju wilayah Bekasi, Jawa Barat.

Setelah tiba di sebuah ruko di kawasan Kalimalang, Bekasi, korban diduga mulai merasa curiga dengan kondisi tempat tersebut. Berdasarkan keterangan keluarga, korban melihat sejumlah perempuan sedang dirias dan mengenakan pakaian yang dinilai tidak sesuai untuk dirinya.

Korban kemudian disebut berpura-pura hendak pergi ke bagian belakang ruko. Kesempatan tersebut digunakan untuk melarikan diri hingga akhirnya bertemu dengan pihak keluarga yang telah melakukan pencarian.

Korban selanjutnya dibawa kembali ke kediamannya di Kabupaten Subang dan telah berada bersama keluarganya.

Keluarga Laporkan ke Kepolisian

Keluarga korban disebut telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian di wilayah hukum Polsek Cikaum, Polres Subang, untuk mendapatkan penanganan dan penyelidikan lebih lanjut.

Informasi awal dari keluarga juga menyebutkan terdapat tiga orang yang diduga terlibat dalam proses penjemputan korban, terdiri dari dua laki-laki dan seorang perempuan. Namun, keterlibatan dan peran masing-masing pihak masih perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan aparat penegak hukum.

Begitu pula dengan dugaan adanya upaya mempengaruhi korban agar mau ikut bersama para terduga pelaku. Hal tersebut masih merupakan keterangan awal dan belum dapat disimpulkan sebagai fakta hukum sebelum adanya hasil penyelidikan kepolisian.

Oplus_131072

Orang Tua Diminta Waspada terhadap Modus Iming-Iming Pekerjaan

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak, khususnya anak yang masih di bawah umur.

Modus menawarkan pekerjaan dengan janji penghasilan atau pekerjaan ringan yang disebut tidak mengganggu sekolah patut diwaspadai apabila tawaran tersebut datang dari orang yang belum dikenal secara baik.

Orang tua juga disarankan mengetahui dengan siapa anak bergaul, tujuan ketika anak hendak bepergian, lokasi yang dituju, serta memastikan identitas pihak yang menawarkan pekerjaan.

Masyarakat juga diminta tidak mudah menyebarkan identitas, foto, maupun informasi pribadi korban di media sosial. Perlindungan terhadap anak harus menjadi prioritas agar korban tidak kembali mengalami tekanan maupun stigma akibat pemberitaan.

Catatan: Hingga berita ini disusun, informasi mengenai dugaan tindak pidana tersebut masih berdasarkan keterangan keluarga dan belum merupakan kesimpulan hukum. Proses penyelidikan aparat kepolisian diperlukan untuk memastikan kronologi, identitas pihak yang terlibat, motif, serta ada atau tidaknya tindak pidana dalam peristiwa tersebut.