PANCEGNEWS.COM

SUBANG — Sejumlah warga Desa Kaliangsana, Kabupaten Subang, mengaku resah setelah mengetahui adanya perubahan atau kenaikan desil kesejahteraan dalam data sosial mereka. Perubahan tersebut dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Warga berharap persoalan tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui Dinas Sosial (Dinsos) agar data yang tercatat dapat diverifikasi dan, apabila ditemukan ketidaksesuaian, dilakukan perbaikan sesuai kondisi sebenarnya.

Salah seorang warga mengungkapkan bahwa perubahan desil menjadi perhatian karena data tersebut berkaitan dengan proses penentuan sasaran berbagai program bantuan sosial. Menurut warga, kondisi ekonomi masyarakat seharusnya menjadi salah satu dasar dalam melakukan pendataan dan verifikasi.

“Kami berharap data kami bisa diperiksa kembali. Kalau memang ada perubahan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, kami ingin diperbaiki melalui prosedur yang berlaku,” ujar warga.

Warga Kaliangsana juga berharap pemerintah desa dapat membantu masyarakat dalam menyampaikan keluhan serta mengarahkan warga yang merasa datanya tidak sesuai untuk melakukan pengaduan dan verifikasi melalui instansi terkait.

Mereka menilai, proses pembaruan data perlu dilakukan secara terbuka dan berdasarkan kondisi faktual di lapangan. Dengan demikian, masyarakat yang memang membutuhkan dapat tercatat sesuai dengan tingkat kesejahteraannya.

Sementara itu, persoalan mengenai perubahan desil tersebut diharapkan tidak hanya berhenti pada keluhan warga. Verifikasi lapangan dan koordinasi antara pemerintah desa dengan Dinsos dinilai penting untuk memastikan apakah terdapat kekeliruan data atau perubahan status yang memang berdasarkan hasil pemutakhiran.

Warga pun berharap proses perbaikan dapat dilakukan secara transparan, objektif, dan sesuai ketentuan, sehingga tidak ada masyarakat yang merasa dirugikan akibat data yang tidak menggambarkan kondisi sebenarnya.

Bagi warga Kaliangsana, pembaruan data bukan sekadar persoalan angka desil, tetapi menyangkut ketepatan sasaran program pemerintah dan rasa keadilan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kami hanya ingin data kami sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Kalau memang ada kekeliruan, kami berharap bisa diperbaiki melalui Dinsos,” harap warga.