Bekasi ll Pancegnews.com ll Suasana hangat dalam acara “Ngopi Bareng & Dialog Bersama Calon Kepala Desa” tak mengurangi seriusnya aspirasi warga. Ratusan warga Perumahan Bumi Cahaya Residen (BCR) Desa Sindangmulya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, hadir untuk menyampaikan keluh kesahnya langsung kepada calon Kepala Desa petahana, *R. Selpia Indriani*.

Acara tersebut digelar di Jalan Utama Blok B1/A16, Sabtu malam, 29 Agustus 2026. Warga memadati lokasi sejak pukul 19.30 WIB untuk mengikuti dialog sekaligus ramah tamah bersama calon kades periode 2026-2032.
Dalam sesi tanya jawab, warga BCR menyoroti dua persoalan utama yang sudah bertahun-tahun dirasakan. Pertama adalah banjir saat musim hujan, dan kedua adalah kekeringan saat musim kemarau.
“Bu Selpia, kami minta tolong. Dorong PDAM masuk ke BCR. Pas hujan banjir, pas kemarau kami kekeringan,” ujar salah satu warga. Pernyataan itu langsung disambut tepuk tangan dan teriakan setuju dari ratusan warga lain.

Warga menjelaskan, setiap kali hujan deras air meluap ke jalan dan masuk ke halaman rumah. Kondisi itu diperparah dengan sistem drainase yang tersumbat dan belum terhubung optimal ke waterpond yang ada di kawasan perumahan.
Masalah air juga menjadi sorotan utama. Sejumlah warga mengaku mengalami kekeringan air saat kemarau panjang. Akibatnya mereka terpaksa membeli air tangki dengan harga yang cukup memberatkan.
Perwakilan warga secara khusus meminta agar Tim Pemenangan *R. Selpia Indriani*, yang dikenal dengan sebutan Tim PROSEL, turun tangan mendorong pemasangan jaringan PDAM Tirta Bhagasasi ke seluruh blok di BCR.
Selain PDAM, warga juga mendesak adanya pengerukan saluran air menuju waterpond. Menurut mereka, langkah itu mendesak dilakukan agar genangan tidak terus terjadi setiap kali hujan.
Menanggapi curhatan tersebut, *R. Selpia Indriani* menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan keterbukaan ratusan warga. Ia menyebut masalah kekeringan air dan banjir akan menjadi prioritas dalam program kerjanya.
“Terima kasih ibu bapak sudah hadir dan menyampaikan langsung. Ini PR kita bersama. Air dan drainase harus beres dulu,” kata Selpia di hadapan warga.
Ia menjelaskan salah satu kendala utama di BCR adalah status perumahan yang hingga kini belum diserahterimakan kepada Pemerintah Daerah. Karena itu, perawatan infrastruktur dan drainase masih menjadi tanggung jawab pengembang.
“Selama belum diserahterimakan ke Pemda, kewenangan kita terbatas. Tapi kita tidak akan diam. Saya akan berusaha untuk warga, untuk percepatan pemasangan PDAM,” tegasnya.
Untuk mengatasi banjir, Selpia mendukung usulan warga agar dilakukan pengerukan dan normalisasi saluran menuju waterpond. Ia menyebut itu langkah awal yang paling realistis.
Ketua Tim PROSEL, *Ariyani*, menambahkan pihaknya akan membantu pengerukan setelah pengambilan nomor tanggal 9 September 2026 nanti.
Ariyani juga berjanji, 20 September 2026 jika suara di BCR untuk *Selpia Indriani* tinggi dan beliau kembali terpilih menjadi Kepala Desa, maka akan diberikan bonus pemasangan sumur bor satelit.
Acara ditutup dengan ramah tamah, ngopi bareng, dan foto bersama. Di akhir dialog, *R. Selpia Indriani* mengajak warga mengawal pembangunan bersama.
“Desa Sindang Mulya yang lebih MAJU hanya bisa kita wujudkan kalau kita jalan bareng,” tutupnya. (Red_Li)
