PANDEGLANG II Pancegnews II – Gelombang kesadaran warga Desa Kertaraharja, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, kini meluap menjadi gerakan terbuka. Dipelopori Keluarga Mahasiswa Sobang bersama masyarakat luas, gerakan ini tumbuh murni dari hati nurani warga — tanpa ditunggangi pihak mana pun, bersih dari permainan politik, dan bebas kepentingan kelompok tertentu.
Bertahun‑tahun warga membayar kewajiban pajak bumi dan bangunan sesuai tagihan yang disampaikan pemerintah desa. Namun, rasa curiga perlahan tumbuh menjadi kepastian: uang yang disetor tidak sepenuhnya masuk ke kas Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Bahkan, jumlah yang dibayarkan warga sering kali tidak sama dengan angka resmi dalam Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT).
Warga pun geram dan kehilangan kepercayaan total. Mereka menuduh ada oknum di lingkungan Pemerintah Desa Kertaraharja yang memegang dan tidak menyetorkan pokok kewajiban pajak tersebut sebagaimana mestinya.
Yusuf Maulana, Ketua Keluarga Mahasiswa Sobang, menegaskan posisi gerakan ini dengan tegas:
“Kami bergerak semata‑mata demi warga Desa Kertaraharja, demi kemajuan desa ke depan. Tidak ada unsur politik, tidak ada kepentingan pribadi atau kelompok. Ini murni suara dari bawah. Kami hanya minta keadilan: ke mana perginya uang pajak kami selama ini? Mengapa yang kami bayar tak sesuai SPPT? Kami minta pertanggungjawaban yang jelas dan terbuka.”
Gerakan ini kini terus menggalang kekuatan warga untuk menuntut kejelasan administrasi dan transparansi penuh. Masyarakat berharap tuntutan ini menjadi langkah awal agar pengelolaan keuangan desa kembali bersih, teratur, dan bermanfaat nyata bagi kemajuan Desa Kertaraharja. ( Red_Nsr )
