Subang II Pancegnews II _Komedian sekaligus pengusaha, Sule, kembali menarik perhatian publik melalui terobosan unik di sektor pariwisata. Di tempat wisata miliknya, Prikitiew Land, ia menerapkan kebijakan yang tidak lazim: pengunjung diperbolehkan membawa galon air, tikar, hingga makanan dan minuman dari luar.
Langkah ini diambil Sule sebagai upaya menciptakan suasana rekreasi yang nyaman dan ramah bagi keluarga. Ia menilai bahwa aturan yang terlalu ketat, terutama terkait larangan membawa bekal, justru dapat membuat calon pengunjung berpikir dua kali untuk datang. Dengan kebijakan yang lebih fleksibel, pengunjung dapat menikmati waktu liburan tanpa tekanan biaya tambahan.
“Kalau pengunjung merasa santai dan tidak dibatasi, mereka akan lebih betah,” ujar Sule dalam keterangannya. Ia menegaskan bahwa konsep Prikitiew Land memang dirancang sebagai ruang rekreasi yang inklusif dan terjangkau bagi semua kalangan.
Meski memberikan kebebasan kepada pengunjung, Sule tetap memperhatikan keberlangsungan para pedagang di dalam area wisata. Ia secara tegas mengingatkan agar para pedagang menjaga harga tetap wajar dan tidak merugikan pengunjung. Bahkan, ia tidak segan mengambil tindakan jika menemukan praktik harga yang tidak masuk akal.
Menurutnya, kenyamanan pengunjung justru akan berdampak positif bagi para pelaku usaha di lokasi tersebut. Ketika pengunjung betah dan menghabiskan waktu lebih lama, peluang transaksi akan meningkat secara alami tanpa perlu strategi yang memaksa.
Pendekatan ini mencerminkan filosofi bisnis Sule yang mengedepankan keseimbangan antara keuntungan dan keberlanjutan. Ia percaya bahwa kepercayaan dan rasa nyaman adalah kunci utama dalam membangun ekosistem usaha yang sehat, di mana pengunjung, pedagang, dan pengelola dapat sama-sama diuntungkan.
Kini, Prikitiew Land semakin dikenal sebagai destinasi wisata keluarga yang fleksibel dan bersahabat. Beragam wahana, area terbuka, serta kebijakan yang pro-pengunjung menjadikan tempat ini diminati banyak orang. Inovasi Sule pun mendapat apresiasi luas karena dinilai mampu menghadirkan model bisnis yang lebih manusiawi di industri pariwisata.(Red_V)
