LEBAK, BANTEN — PANCEG NEWS 21 September 2026,Di Kampung Pasir Muncang Timur, Desa Sukatani, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, sesuatu yang luar biasa sedang tumbuh. Selama ini sering dianggap sampah dan dibuang begitu saja, batok kelapa ternyata menyimpan potensi besar yang kini digali secara serius. Di bawah pengelolaan Bapak Ikhsan atau yang akrab disapa Acong, pengolahan batok kelapa kini bukan sekadar kegiatan sampingan — melainkan usaha nyata yang membuka peluang ekonomi sekaligus lapangan kerja bagi warga sekitar!

🥥 DULU DIBUANG, SEKARANG DIOLAH — BATOK KELAPA MENJADI PRODUK BERNILAI TINGGI!
Bapak Ikhsan (Acong) menjelaskan bahwa langkah ini bermula dari keprihatinan melihat batok kelapa yang berserakan, dibakar, atau ditumpuk menjadi sampah di lingkungan warga. Padahal, batok kelapa memiliki tekstur keras, serat rapat, dan daya tahan yang kuat — bahan baku yang sangat berharga!
“Dulu batok kelapa cuma dibuang, dibakar, atau jadi sampah. Saya pikir — kenapa tidak kita olah saja? Bisa jadi barang berguna, bisa bernilai jual, dan yang paling penting — bisa memberi pekerjaan untuk warga di sini,” ujar Bapak Ikhsan (Acong), pengelola usaha pengolahan batok kelapa di Kampung Pasir Muncang Timur.
Dengan tangan dan alat sederhana, batok kelapa kini diolah menjadi berbagai produk berkualitas:
– ✅ Kerajinan tangan: mangkuk, sendok, cangkir, piring, perhiasan, dan hiasan dinding
– ✅ Arang batok kelapa — bahan bakar ramah lingkungan, tinggi kalori, tanpa asap berlebih
– ✅ Karbon aktif — untuk penyaring air maupun kebutuhan industri
– ✅ Kerajinan seni ukir dan souvenir yang diminati pembeli dari dalam maupun luar daerah!
💼 MEMBUKA PELUANG USAHA — MODAL KECIL, DAMPAK BESAR!
Keunggulan usaha ini terletak pada bahan baku yang melimpah, modal yang terjangkau, dan bisa dikerjakan dari rumah. Bapak Ikhsan mengajak warga untuk ikut berpartisipasi — mulai dari pengumpulan batok kelapa, pembersihan, pembentukan, hingga penghalusan dan pengemasan. Setiap tahapannya menyerap tenaga kerja warga sekitar.
“Kami tidak butuh modal ratusan juta. Yang dibutuhkan adalah kemauan, kebersamaan, dan semangat untuk berubah. Satu orang bisa mengerjakan, tapi kalau dikerjakan bersama-sama, dampaknya jauh lebih besar. Ibu-ibu, bapak-bapak, pemuda — semua bisa ikut serta. Ini bukan usaha saya saja, ini usaha kita bersama untuk memajukan Kampung Pasir Muncang Timur,” tegas Acong.
🤝 MENGURANGI PENGANGGURAN — MEMBERI HARAPAN BAGI WARGA DESA SUKATANI!
Yang paling berharga dari usaha ini adalah dampaknya bagi masyarakat. Anak-anak muda yang dulu menganggur kini memiliki aktivitas dan penghasilan tetap. Ibu-ibu rumah tangga bisa membantu produksi sambil di rumah. Pendapatan keluarga perlahan mulai membaik — semuanya bermula dari benda yang dulu dianggap sampah!
“Saya berharap ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain. Bahwa kita tidak harus menunggu bantuan dari luar. Di sekitar kita sendiri sudah ada kekayaan — tinggal kita mau melihatnya dan mau bekerja mengolahnya. Batok kelapa adalah buktinya,” harap Bapak Ikhsan.
Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Lebak, khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dapat memberikan perhatian lebih — baik dalam hal pelatihan, bantuan alat sederhana, maupun promosi agar produk batok kelapa dari Desa Sukatani semakin dikenal luas dan harganya semakin baik.
⚡ KOMENTAR TIM PANCEG NEWS
*”Inilah wajah kemandirian rakyat yang sesungguhnya! Bapak Ikhsan (Acong) di Kampung Pasir Muncang Timur, Desa Sukatani, Kecamatan Wanasalam ini membuktikan bahwa kemajuan tidak selalu butuh modal besar — yang dibutuhkan adalah kemauan, kreativitas, dan kepedulian terhadap sesama!
Dari sampah jadi produk bernilai, dari pengangguran jadi punya pekerjaan, dari keterbatasan jadi peluang — itulah makna pembangunan yang sesungguhnya! Kami dari Rambonews.id sangat mengapresiasi langkah ini. Semoga pemerintah daerah lebih memperhatikan usaha-usaha rakyat seperti ini, memberikan dukungan yang nyata, dan membantu memasarkan produknya ke pasar yang lebih luas!
Sampah Bisa Jadi Emas — Asal Ada Kemauan & Kebersamaan! Batok Kelapa Sukatani, Bukti Kreativitas Rakyat Lebak!”*
