( PANCEGNEWS )

Cibarusah Jaya: Ke Mana Anggaran Gaji & Aset Inventaris Desa?

Anggaran desa seharusnya jadi napas untuk roda pemerintahan paling bawah. Tapi di Desa Cibarusah Jaya, napas itu justru sesak bagi RT, RW, BPD, Linmas, dan seluruh staf desa.

Berdasarkan laporan yang diterima redaksi, di duga gaji 1 bulan untuk seluruh RT, RW, BPD, dan staf desa tahun 2025 belum dibayarkan hingga April 2026. Padahal menurut data SIKD/penelusuran publik, anggaran Dana Desa/Alokasi Dana Desa untuk Desa Cibarusah Jaya tahap tahun 2025 sudah masuk rekening desa.

Situasi serupa juga dialami mantan anggota Linmas yang di duga dipecat pada 2024 dengan dugaan alasan sering sakit. Haknya berupa gaji 1 triwulan sebesar Rp600.000 perbulan disebut belum dilunasi sampai sekarang.

Tidak hanya gaji. Warga juga mempertanyakan keberadaan aset inventaris desa. Aset berupa 1 unit mobil xenia untuk inventaris Desa, 1unit motor PCX untuk BPD, 1unit motor pcx untuk desa, dan 2 unit motor pengangkut sampah yang dulu tercatat sebagai milik desa, kini kondisinya tidak jelas. Menurut keterangan warga, saat ini hanya tersisa 1 unit motor sampah dan kondisinya rusak, tidak terurus. Warga juga mempertanyakan ketahanan pangan berupa kambing yang sudah tidak ada lagi.

Ke mana mobil Avanza dan 2 motor PCX dan kambing lainnya? Apakah masih ada, dijual, atau dipindah-tangankan? Warga berhak mendapat penjelasan karena aset itu dibeli dari uang negara/pajak rakyat.

Pertanyaannya sederhana: Jika anggaran sudah turun, lalu ke mana alirannya? Jika aset desa ada, lalu di mana keberadaannya? Siapa yang harus bertanggung jawab menjelaskan ke RT/RW, BPD, staf, dan seluruh warga Jaya Mulya?

Sebagai kepala desa, Kades Jaya Mulya memegang mandat mengelola keuangan dan aset desa. Transparansi bukan pilihan, tapi kewajiban sesuai UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Permendagri No. 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa. Warga berhak tahu. Perangkat desa berhak menerima haknya tepat waktu.

Keterlambatan gaji + aset desa yang tidak jelas bukan sekadar soal uang dan barang. Ini soal kepercayaan publik. RT/RW garda terdepan pelayanan. BPD fungsi pengawas. Staf urus administrasi. Linmas jaga keamanan. Kalau hak mereka ditahan dan aset desa “hilang tanpa jejak”, bagaimana warga mau percaya roda pemerintahan desa jalan bersih?

Redaksi tidak menuduh. Kami menulis ini sebagai opini dan dorongan agar ada kejelasan. Kades Cibarusah Jaya berhak dan wajib memberikan klarifikasi: buka buku kas, tunjukkan SPJ, tunjukkan kartu inventaris barang/kendaraan, dan buka ruang dialog dengan BPD serta warga.

Desa maju dimulai dari aparatnya sejahtera dan asetnya terurus. Kalau gaji orang yang kerja untuk desa macet, aset desa raib, lalu kita mau bangun desa pakai apa?

Ruang hak jawab untuk Kades Jaya Mulya dan pihak terkait terbuka 1×24 jam. Silakan hubungi redaksi

Penulis: (Red)
Catatan: Tulisan ini opini berdasarkan laporan warga. Masih berstatus dugaan. Asas praduga tak bersalah berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *