SUBANG — PANCEG NEWS, 10 OKTOBER 2020 LIMA MODUS TINDAK PIDANA YANG SERING TERJADI:

Data Penerima Fiktif
Membuat nama-nama warga yang tidak ada, lalu uang bantuan diambil sendiri. Ini pencurian terselubung menggunakan nama orang yang tidak tahu-menahu.

Pemotongan Ilegal
Memotong bansos warga dengan alasan tidak sah — “biaya administrasi”, “iuran desa”, dan alasan lain yang tidak punya dasar hukum. Warga menerima berkurang, sisanya hilang tanpa jejak.

Salah Sasaran — Prioritas Keluarga & Sekutu
Bansos justru diberikan kepada kerabat, keluarga, atau sekutu pengurus desa — padahal tidak masuk kriteria miskin. Sementara warga yang benar-benar membutuhkan justru tidak kebagian sama sekali.

Menahan Dana untuk Kepentingan Pribadi
Pencairan dana sengaja ditunda-tunda lebih lama dari ketentuan, dan disimpan dulu untuk dimanfaatkan pribadi — padahal warga yang menunggu dalam kesulitan hidup.

Dialihkan untuk Keperluan Lain
Dana bansos yang diperuntukkan bagi warga miskin dialihkan untuk menutupi kekurangan belanja operasional desa atau proyek yang tidak ada hubungannya dengan bantuan sosial.

SERUAN TEGAS UNTUK SELURUH WARGA SUBANG:

“Manfaatkan momen Pilkades ini untuk memilih pemimpin yang BERANI membuka data penerima bansos secara transparan! Penggelapan dana bansos bisa berjalan rapi dan sulit dilacak karena data penerima DISEMBUNYIKAN. Selama rakyat tidak boleh tahu siapa yang berhak menerima dan siapa yang sebenarnya menerima — pintu kebocoran akan tetap terbuka lebar!

Tuntut setiap calon kades: berkomitmen memajang daftar penerima bansos di papan pengumuman desa dan media sosial resmi desa. Transparansi adalah senjata paling ampuh untuk melawan korupsi bansos. Jangan pilih pemimpin yang menutup data — pilih yang berani membukanya lebar-lebar!”

APA YANG BISA WARGA LAKUKAN:

– Tuntut dipajangnya daftar lengkap penerima bansos di kantor desa — nama, alamat, dan jenis bantuannya!
– Cek apakah tetangga yang sebenarnya kurang mampu sudah terdaftar — atau justru yang mampu saja yang dapat terus-menerus!
– Laporkan jika ada yang memotong uang bansos dengan alasan apa pun — BANSOS TIDAK BOLEH DIPOTONG!
– Pilih calon Kades yang berani menandatangani komitmen transparansi bansos sebelum pemilihan berlangsung!

Bansos bukan milik pejabat desa. Itu uang rakyat yang diperuntukkan bagi yang benar-benar membutuhkan. Menyembunyikan daftar penerima = Menutup pintu keadilan. Pilkades adalah kesempatan emas — jangan disia-siakan untuk memilih pemimpin yang jujur dan terbuka!”

PANCEG NEWS — MENJAGA UANG RAKYAT DARI DESA!
Subang, Jawa Barat — 10 Oktober 2026