BANTEN — Fenomena narasi merusak di ruang publik digital kini mengarah pada pola yang terencana dan mengkhawatirkan. Akun TikTok bernama @abahseprit kini menjadi sorotan tajam, karena konten-konten yang disebarkan dinilai secara sengaja dan terstruktur menggiring opini publik untuk melemahkan, mendiskreditkan, dan membungkam fungsi pengawasan masyarakat.
Akun ini dinilai secara konsisten menyebarkan narasi yang berpotensi mematikan peran strategis wartawan maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) — dua pilar utama yang selama ini menjadi garda terdepan kontrol sosial di tengah masyarakat.
SERANGAN MASIF TERHADAP ELEMEN PENGAWAS MASYARAKAT
Ketua Umum Paguyuban Patwal Provinsi Banten Indonesia, Adang, menyampaikan kekhawatiran mendalam terkait gelombang serangan yang terjadi secara masif dan bertubi-tubi terhadap elemen pengawas masyarakat. Polanya sangat jelas: menyerang kredibilitas, memutarbalikkan fakta, hingga mengadu domba antarlembaga — dengan satu tujuan: agar suara pengawasan bungkam, dan penyimpangan tetap berjalan tanpa terawasi.
“Kalau pemberitaan dan kontrol sosial dilakukan sesuai fungsi dan koridor hukum yang berlaku, seharusnya tidak perlu ada upaya menyerang dan melemahkan. Ini hanya dilakukan oleh pihak yang merasa terganggu — terutama mereka yang bermain di balik proyek dan anggaran negara!” — tegas Adang.
AKUN @abahseprit: BUKAN SEKADAR PENDAPAT PRIBADI, MELAINKAN NARASI TERENCANA
Konten yang disebarkan akun @abahseprit dinilai bukan sekadar pendapat pribadi, melainkan berpotensi menjadi bagian dari upaya terencana untuk mendiskreditkan profesi wartawan dan keberadaan LSM. Narasi yang disampaikan cenderung menyamakan fungsi kontrol sosial dengan tindakan negatif, sehingga memicu persepsi keliru di masyarakat: bahwa wartawan dan LSM justru merugikan — padahal keduanya menjalankan amanah konstitusional.
“Wartawan punya tugas negara: mencari, memperoleh, mengolah, dan menyampaikan fakta kepada rakyat. LSM punya peran konstitusional: melakukan kontrol sosial dan menyuarakan aspirasi masyarakat. Keduanya bukan untuk mencari-cari kesalahan — tapi agar uang rakyat tidak disalahgunakan!”
POLA ADU DOMBA — ALIHKAN ISU DARI POKOK PERSOALAN
Yang paling memprihatinkan dan berbahaya: muncul dugaan kuat adanya upaya mengadu domba antara lembaga pendidikan dengan wartawan maupun LSM. Pola ini sengaja dibangun agar publik tidak fokus pada persoalan utama — yaitu dugaan penyimpangan yang sedang dikritisi — melainkan teralihkan ke perdebatan yang tidak menyentuh akar masalah.
“Jangan sampai lembaga pendidikan dijadikan alat untuk menjatuhkan pengawas rakyat. Jangan sampai narasi ‘wartawan dan LSM itu buruk’ tertanam di benak masyarakat — padahal persoalan sebenarnya justru tidak disentuh sama sekali!”
Jika benar terdapat upaya terencana dan sistematis melalui akun-akun seperti @abahseprit untuk mendiskreditkan lembaga pengawas masyarakat, maka hal ini wajib ditelusuri secara serius dan mendalam oleh aparat penegak hukum.
DESAK KEPOLISIAN: TELUSURI SIAPA DI BALIK AKUN TERSEBUT!
Paguyuban Patwal Provinsi Banten mendesak pihak kepolisian jangan hanya melihat persoalan di permukaan! Perlu ditelusuri secara serius: siapa yang berada di balik akun @abahseprit dan akun-akun serupa yang menyebarkan narasi merusak? Apakah ada koordinasi? Apakah ada kepentingan tersembunyi di balik konten-konten tersebut? Siapa yang diuntungkan apabila wartawan dan LSM dibungkam?
“Kami meminta kepolisian menindaklanjuti setiap laporan yang masuk dan melakukan penyelidikan secara profesional berdasarkan bukti yang ada. Jangan biarkan akun-akun yang menggiring opini dan memecah belah masyarakat lewat begitu saja!”
KOMENTAR KERAS PEMRED PANCEG NEWS — APEN SUPANDI (ALVENT HD)
“Akun TikTok @abahseprit yang terus menggiring opini untuk melemahkan wartawan dan LSM — ini bukan kebetulan! Ini sudah keterlaluan! Ketika korupsi dan penyimpangan anggaran terbongkar, bukannya diperiksa — malah pengawas yang diserang lewat narasi yang dibuat-buat!”
“Siapa pun yang membuat narasi untuk mematikan fungsi kontrol sosial — dia sama saja membantu pelaku kejahatan! Karena kalau rakyat tidak tahu, kalau rakyat tidak berani bicara — maka mereka bebas merampas uang negara sepuas hati!”
“Kepada aparat hukum: Telusuri siapa pemilik akun itu. Siapa yang menyuruh. Siapa yang diuntungkan kalau mata dan telinga rakyat ditutup. Jawabannya cuma satu — MEREKA YANG TAKUT FAKTA TERBONGKAR!”
“Kepada masyarakat: Jangan mudah terpedaya narasi di media sosial. Bedakan mana fakta, mana rekayasa. Wartawan dan LSM yang jujur adalah pelindung rakyat — bukan musuh! Jangan sampai kita teradu domba demi kepentingan segelintir orang yang merugikan kita semua!”
“Kontrol sosial adalah HAK RAKYAT. Siapa pun yang berusaha melemahkannya — dia musuh rakyat dan musuh negara!”
PANCEG NEWS — Lurus, Tegas, Tidak Kompromi!
Kontrol Sosial Adalah Hak Konstitusional Rakyat — Tidak Boleh Dibungkam Siapa Pun!
