SUBANG, 10 SEPTEMBER 2026 — Bupati Subang Reynaldi Putra Andita Budi Raemi yang akrab disapa Kang Rey bersama Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi, menyampaikan jawaban resmi atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terkait Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Subang Tahun Anggaran 2026. Penyampaian berlangsung dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Subang, Rabu (09/09/2026).
Bupati menegaskan bahwa perubahan APBD ini bukan sekadar penyesuaian administratif, melainkan langkah strategis untuk memperkuat pencapaian target pembangunan dan pemerataan pelayanan dasar bagi seluruh masyarakat Subang.
OPTIMALKAN PAD & EFISIENSI BELANJA — TIDAK BEBANI RAKYAT!
Menjawab Fraksi Golkar dan PKB, Kang Rey menegaskan Pemkab Subang berkomitmen meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui tiga jalur utama:
– ✅ Pendataan ulang objek pajak dan retribusi agar tidak ada yang lolos dari kewajiban sesuai aturan
– ✅ Digitalisasi pelayanan untuk meminimalkan kebocoran dan mempercepat layanan
– ✅ Optimalisasi aset daerah agar tidak menganggur dan memberi nilai tambah bagi kas daerah
“Tujuannya jelas: mengurangi ketergantungan pada dana transfer pusat, TANPA membebani masyarakat dengan pungutan baru!”
Belanja Barang & Jasa naik dari Rp718,277 miliar menjadi Rp831,659 miliar (+15,79%) — Bupati menegaskan kenaikan ini bukan karena uang tersedia, melainkan karena kebutuhan riil dan target kinerja yang harus dipenuhi! Tidak ada pemborosan, setiap rupiah harus dipertanggungjawabkan.
Pos Pembiayaan naik dari Rp111,564 miliar menjadi Rp127,795 miliar — Kenaikan ini murni tindak lanjut hasil audit BPK RI Perwakilan Jawa Barat atas Laporan Keuangan 2025, bukan rekayasa angka!
FOKUS INFRASTRUKTUR & PENYESUAIAN PENDAPATAN
Menanggapi Fraksi PDIP, Bupati memastikan Belanja Modal diprioritaskan untuk infrastruktur pelayanan dasar — jalan, air bersih, sanitasi, dan fasilitas kesehatan — demi meningkatkan kualitas serta pemerataan layanan bagi seluruh warga Subang.
Untuk Fraksi Gerindra, dijelaskan penurunan target opsen pajak:
– Target murni opsen pajak turun dari Rp76,015 miliar menjadi Rp72,153 miliar
– Penurunan Rp3,862 miliar (-5,08%) seluruhnya berasal dari opsen Pajak Kendaraan Bermotor sebesar Rp2,107 miliar
– Ini bukan kegagalan, melainkan penyesuaian realitas agar perencanaan anggaran lebih akurat dan tidak membebani pelaksanaan!
Kinerja BLUD Semester I juga disampaikan secara terbuka:
– 🏥 RSUD: 43,53%
– 🏫 Puskesmas: 47,64%
– 🏢 Pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan: 42,16%
TERTIB, TRANSPARAN — ANTISIPASI KEKERINGAN & PILKADES SERENTAK!
Kang Rey menegaskan: Pergeseran anggaran tidak boleh jadi kebiasaan tanpa alasan yang kuat! Evaluasi pelaksanaan APBD 2026 akan menjadi bahan perbaikan perencanaan APBD 2027 — agar setiap perencanaan matang dari awal, tidak asal ubah di tengah jalan!
– Menjawab Fraksi Amanat Demokrat: Setiap perubahan anggaran WAJIB sesuai aturan, memperhatikan kemampuan keuangan, prioritas pembangunan, dan target kinerja — TIDAK BOLEH sembarangan!
– Menjawab Fraksi PKS: Pemda sepakat menjaga pelaksanaan Pilkades Serentak agar aman, tertib, dan demokratis. Koordinasi diperkuat bersama TNI/Polri, penyelenggara, kecamatan, desa, dan tokoh masyarakat.
– PERHATIAN KHUSUS KEKERINGAN: Pemkab Subang memberi perhatian serius pada dampak kekeringan yang mengancam kebutuhan dasar warga, sektor pertanian, kesehatan, dan berpotensi memicu penyebaran penyakit. Langkah antisipasi segera disusun!
“Seluruh proses APBD akan dijalankan secara TERTIB, TRANSPARAN, dan AKUNTABEL sesuai peraturan perundang-undangan. Tidak ada ruang untuk permainan angka atau kepentingan kelompok tertentu. Anggaran ini milik rakyat — dan harus kembali untuk rakyat!” — Tegas Bupati Reynaldi Putra.
KOMENTAR PEMRED PANCEG NEWS — APEN SUPANDI (ALVENT HD)
“Jawaban Bupati Subang ini menunjukkan arah yang benar — tapi harus dibuktikan dengan pelaksanaan yang nyata! Kenaikan belanja barang dan jasa hampir 16% itu bukan angka kecil — rakyat berhak tahu uang itu dipakai untuk apa, dan hasilnya terlihat di mana!
Kami apresiasi keterbukaan soal penurunan target pajak dan kinerja BLUD — itu langkah transparansi yang patut didukung. Tapi kami juga ingatkan: pergeseran anggaran dan perubahan APBD jangan jadi kebiasaan setiap tahun! Itu tanda perencanaan yang lemah! Jika setiap tahun harus ubah-ubah, berarti perencanaan awal tidak matang — dan itu yang harus diperbaiki!
Soal kekeringan — ini sangat penting! Jangan tunggu warga kesulitan air baru bergerak. Antisipasi sejak dini, siapkan cadangan air, bantu petani yang terdampak. Itu prioritas yang nyata!
Panceg News akan terus mengawal pelaksanaan Perubahan APBD 2026 ini — dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan. Setiap rupiah harus terlihat hasilnya. Transparansi bukan janji di rapat paripurna — itu harus dibuktikan setiap hari di depan rakyat! Jika ada yang menyimpang — kami soroti tanpa kompromi!”
PANCEG NEWS — TEGAS, TAJAM, MENYEARAKAN KEBENARAN!
“Anggaran rakyat bukan soal angka di atas kertas — soal apakah rakyat merasakan manfaatnya. Kawal terus, awasi, dan jangan diam saja jika ada yang menyimpang!”
