Subang – Kegiatan Hajat Tani Tebu PG Subang 2026 berlangsung meriah di Lapangan Dusun Timbangrawa, Kabupaten Subang, Minggu. Acara tahunan yang menjadi tradisi masyarakat petani tebu dalam menyambut musim panen tersebut dihadiri berbagai unsur petani, tokoh masyarakat, aparat pemerintah, hingga pihak perusahaan mitra.

Dalam kegiatan tersebut, BPK. Yunendar atau yang akrab disapa Enday selaku Ketua Hajatan Tani Tebu Kemitraan PG Subang menyampaikan bahwa tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur para petani atas hasil pertanian tebu sekaligus ajang mempererat kebersamaan antar petani dan pihak perusahaan.

Salah satu rangkaian penting dalam acara tersebut yakni penyerahan indung tebu dari ketua paguyuban selaku perwakilan kemitraan petani tebu kepada pihak perusahaan PG (Pabrik Gula) Subang. Prosesi itu menjadi simbol harapan agar hubungan kemitraan antara petani dan perusahaan terus berjalan harmonis dan saling mendukung.

Dalam kesempatan wawancara bersama Panceg News, Kang Debleng dan A. Harvei selaku perwakilan kemitraan petani tebu blok timur Kecamatan Cikaum, Kabupaten Subang, menyampaikan harapan besar kepada pihak perusahaan agar ke depan dapat membangun sinergi yang lebih baik bersama para petani tebu.

“Kami berharap selain acara hajat tani tebu ini terus terlaksana setiap tahun sebagai tradisi masyarakat petani, pihak perusahaan juga bisa lebih memperhatikan kebutuhan para mitra petani,” ujar Kang Debleng.

Hal senada juga disampaikan A. Harvei yang berharap adanya kembali pabrik gilingan tebu seperti dahulu, sehingga dapat membantu para petani dalam menekan biaya pengangkutan hasil tebangan tebu.

“Kalau ada pabrik gilingan tebu kembali di wilayah ini tentu sangat membantu petani, terutama soal biaya angkut dan kelancaran distribusi hasil panen,” ungkapnya.

Acara berlangsung penuh kebersamaan dan mendapat antusias tinggi dari masyarakat serta para petani tebu yang hadir dari berbagai wilayah di Kabupaten Subang. Tradisi tahunan ini diharapkan terus menjadi momentum memperkuat solidaritas petani sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha tani tebu di Subang.

(Dok. Liputan. Ujang Ketu Panceg News)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *