Subang, Jawa Barat II Pancegnews II 27/03/2026 II — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meninjau langsung lokasi longsor yang menyebabkan kemacetan parah di jalur penghubung Sumedang–Subang, tepatnya di wilayah Cikaramas, Jumat (27/3/2026).
Dalam kunjungannya, Dedi mengaku prihatin melihat kondisi tebing di sepanjang jalan yang tampak gundul. Ia menduga hilangnya vegetasi, khususnya tanaman bambu yang sebelumnya berfungsi sebagai penahan tanah, menjadi salah satu penyebab terjadinya longsor.
“Dulu di sini ada bambu sebagai pengaman jalan. Sekarang sudah dibabat habis, sehingga tidak ada lagi penahan tanah,” ujarnya saat meninjau lokasi.
Akibat longsor tersebut, arus lalu lintas sempat tersendat dan menimbulkan antrean panjang kendaraan dari kedua arah. Situasi ini diperparah oleh aktivitas sejumlah pemuda yang mengatur lalu lintas secara swadaya.
Namun, yang menjadi sorotan Dedi adalah aksi sebagian dari mereka yang turut meminta sumbangan kepada pengendara dengan menggunakan wadah atau kencleng.
Melihat kondisi itu, Dedi Mulyadi dengan tegas meminta agar budaya minta-minta di jalan dihentikan. Ia bahkan menegur langsung para pemuda yang terlibat dalam aktivitas tersebut.
Menurutnya, perbaikan jalan, termasuk kerusakan akibat longsor, sudah memiliki anggaran resmi yang bersumber dari pajak masyarakat. Oleh karena itu, tidak perlu ada pungutan liar di jalan dengan dalih membantu penanganan.
“Perbaikan jalan itu sudah ada dananya dari pajak. Tidak perlu lagi meminta-minta di jalan,” tegasnya.
Dedi juga menyoroti potensi pendapatan dari aktivitas tersebut yang disebut bisa mencapai hingga Rp1 juta per hari. Ia menilai hal itu tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga dapat merusak citra dan harga diri masyarakat Jawa Barat.
“Ini bisa merusak martabat warga Jawa Barat. Kita harus menjaga citra daerah dengan cara yang lebih baik,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat diharapkan segera melakukan penanganan terhadap longsor tersebut, sekaligus mengembalikan fungsi lingkungan dengan penanaman kembali vegetasi penahan tanah guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.(Red/v)
