PANCEGNEWS.COM

SUBANG – Sejumlah warga yang mengaku telah melakukan pemesanan (booking) jasa kesenian Sisingaan Tresnawangi Dangdeur, Subang, diminta untuk segera menghubungi atau mendatangi kediaman pihak pengelola di Kelurahan Dangdeur guna mendata penyelesaian secara kekeluargaan.

Imbauan tersebut disampaikan oleh pihak keluarga melalui Fahri, adik dari Lisna selaku pimpinan Sisingaan Tresnawangi. Menurut keterangan yang disampaikan, sejak sekitar Juni 2026 hingga saat ini terdapat sejumlah kegiatan hajatan yang disebut tidak dapat dipenuhi sebagaimana mestinya, sehingga beberapa pelanggan mengaku mengalami kerugian.

Korban yang telah menyerahkan uang tanda jadi (DP) maupun pelunasan diminta membawa bukti transaksi, baik berupa kwitansi maupun bukti transfer, agar dapat didata untuk proses penyelesaian.

Dalam keterangannya, penyelesaian tersebut disebut dilakukan secara kekeluargaan dan telah dikoordinasikan bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Dangdeur, , yang menurut pihak keluarga menyarankan agar dibuat perjanjian pengembalian dana sesuai bukti transaksi masing masing.

Sementara itu, menurut salah seorang personel senior Sisingaan Tresnawangi yang identitasnya tidak disebutkan, permasalahan yang terjadi diduga bukan hanya menyangkut pelanggan, tetapi juga menyangkut pembayaran kepada sejumlah pekerja dan penyedia jasa. Pernyataan tersebut merupakan klaim narasumber dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Di sisi lain, Fahri mengaku prihatin atas kondisi yang menimpa kelompok kesenian yang telah lama berdiri tersebut. Ia menyampaikan bahwa Sisingaan Tresnawangi merupakan warisan almarhum H. Amo yang selama bertahun tahun dikenal masyarakat Subang.

Menurut Fahri, pihaknya berkomitmen membantu proses penyelesaian kepada seluruh pelanggan yang dirugikan. Ia juga menyampaikan bahwa pengembalian dana direncanakan dilakukan secara bertahap setelah aset keluarga berupa rumah selesai dijual.

Fahri mengaku tidak mengetahui keberadaan kakaknya, Lisna, hingga saat ini. Meski demikian, ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara damai tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan.

Ke depan, Fahri juga menyatakan keinginannya untuk kembali mengelola Sisingaan Tresnawangi dengan sistem manajemen yang lebih baik setelah seluruh persoalan pelanggan dan pihak terkait dapat diselesaikan.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan atau tanggapan langsung dari Lisna terkait berbagai pernyataan dan klaim yang disampaikan oleh pihak keluarga maupun narasumber lainnya.

( Red_Ujk )