( PANCEGNEWS )
Kasomalang, Subang – Sejumlah mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kasomalang mengaku khawatir terhadap keberlanjutan program setelah mencuatnya kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan petinggi Badan Gizi Nasional (BGN).
Kekhawatiran tersebut muncul karena hingga saat ini beberapa yayasan dan mitra pelaksana yang telah menyelesaikan pembangunan dapur MBG belum mendapatkan kepastian terkait jadwal operasional maupun penyaluran program di wilayah mereka.
Salah seorang pengelola yayasan mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengeluarkan investasi yang tidak sedikit untuk memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan. Namun, setelah seluruh fasilitas siap digunakan, belum ada informasi resmi mengenai kapan dapur dapat mulai beroperasi.
“Kami sudah menyiapkan bangunan, peralatan, dan sumber daya manusia sesuai ketentuan. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah kapan dapur ini bisa mulai berjalan,” ujarnya.
Menurut para mitra, ketidakpastian tersebut berpotensi menimbulkan kerugian karena fasilitas yang telah dibangun belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu, sejumlah tenaga kerja yang telah direkrut juga masih menunggu kepastian pekerjaan.
Para pengelola berharap pemerintah dan pihak terkait segera memberikan penjelasan resmi mengenai kelanjutan program MBG agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Mereka menegaskan bahwa program tersebut sangat dinantikan karena memiliki manfaat besar bagi pemenuhan gizi anak-anak sekolah sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.
Di sisi lain, masyarakat berharap dugaan penyimpangan yang tengah ditangani aparat penegak hukum tidak mengganggu pelaksanaan program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi generasi muda tersebut.
Para mitra MBG di Kecamatan Kasomalang meminta adanya transparansi dan kepastian dari pihak berwenang agar investasi yang telah dikeluarkan serta persiapan yang telah dilakukan dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
( RedKasomalang, Subang – Sejumlah mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kasomalang mengaku khawatir terhadap keberlanjutan program setelah mencuatnya kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan petinggi Badan Gizi Nasional (BGN).
Kekhawatiran tersebut muncul karena hingga saat ini beberapa yayasan dan mitra pelaksana yang telah menyelesaikan pembangunan dapur MBG belum mendapatkan kepastian terkait jadwal operasional maupun penyaluran program di wilayah mereka.
Salah seorang pengelola yayasan mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengeluarkan investasi yang tidak sedikit untuk memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan. Namun, setelah seluruh fasilitas siap digunakan, belum ada informasi resmi mengenai kapan dapur dapat mulai beroperasi.
“Kami sudah menyiapkan bangunan, peralatan, dan sumber daya manusia sesuai ketentuan. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah kapan dapur ini bisa mulai berjalan,” ujarnya.
Menurut para mitra, ketidakpastian tersebut berpotensi menimbulkan kerugian karena fasilitas yang telah dibangun belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu, sejumlah tenaga kerja yang telah direkrut juga masih menunggu kepastian pekerjaan.
Para pengelola berharap pemerintah dan pihak terkait segera memberikan penjelasan resmi mengenai kelanjutan program MBG agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Mereka menegaskan bahwa program tersebut sangat dinantikan karena memiliki manfaat besar bagi pemenuhan gizi anak-anak sekolah sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.
Di sisi lain, masyarakat berharap dugaan penyimpangan yang tengah ditangani aparat penegak hukum tidak mengganggu pelaksanaan program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi generasi muda tersebut.
Para mitra MBG di Kecamatan Kasomalang meminta adanya transparansi dan kepastian dari pihak berwenang agar investasi yang telah dikeluarkan serta persiapan yang telah dilakukan dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
( Red_V )
